Breadcrumbs
Kinahrejo, Sleman
Desa tempat tinggal almarhum Mbah Marijan yang pada 2010 lalu terkena dampak paling parah akibat meletusnya Merapi, kini bangkit menjadi obyek wisata yang ramai dikunjungi wisatawan asing maupun domestik. Semangat gotong royong senantiasa mengalir di benak masyarakatnya sehingga pembangunan mental dan material di Kinahrejo berjalan sesuai yang diharapkan.
Masyarakat yang dulu mengandalkan pertanian sebagai penopang hidup kini cenderung menonjolkan eksotika alam desanya untuk pariwisata. Meskipun tak sedikit yang masih mengandalkan pertanian, namun beberapa warga sudah terjun dalam bisnis pariwisata, entah itu sebagai pekerjaan pokok ataupun sambilan, entah dikelola pribadi maupun secara berkelompok.
Borobudur
Banyak teori mengungkap sisi bangunan dari Candi Borobudur. Sekilas, candi ini dibangun dengan bentuk sebuah mandala tradisional agama Budha. Mandala adalah sebuah pusat dari berbagai sisi agama Buddha dan Hindu, bentuk dasar mandala adalah persegi dengan empat pintu masuk menuju satu titik pusat lingkaran. Borobudur dibagi menjadi tiga zona yang mewakili alam kesadaran sampai perjalanan menuju Nirwana.
Borobudur adalah nama sebuah candi Buddha yang terletak di Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Indonesia. Lokasi candi adalah kurang lebih 100 km di sebelah barat daya Semarang dan 40 km di sebelah barat laut Yogyakarta. Candi berbentuk stupa ini didirikan oleh para penganut agama Buddha Mahayana sekitar tahun 800-an Masehi pada masa pemerintahan wangsa Syailendra. Monumen ini terdiri atas enam teras berbentuk bujur sangkar yang diatasnya terdapat tiga pelataran melingkar, pada dindingnya dihiasi dengan 2.672 panel relief dan aslinya terdapat 504 arca Buddha.[1] Stupa utama terbesar teletak di tengah sekaligus memahkotai bangunan ini, dikelilingi oleh tiga barisan melingkar 72 stupa berlubang yang didalamnya terdapat arca buddha tengah duduk bersila dalam posisi teratai sempurna dengan mudra (sikap tangan) Dharmachakra mudra (memutar roda dharma).



