Breadcrumbs
Ruang Bentara Muda
Klinik Gitar bersama Dewa Budjana
Kamis, 26 Januari 2012 pukul 17.00 wib
dilanjutkan dengan..
Bentara Pentas Musik
“DAWAI IN PARADISE” – Dewa Budjana
Kamis, 26 Januari 2012 pukul 19.30 wib
"It is my great hope that Dawai can sound like Paradise on Earth"
(Dewa Budjana)
Seorang pemusik kreatif tak bakal berhenti pada satu tonggak. Dewa Budjana, gitaris kelompok GIGI, di tengah kepadatan manggung bersama GIGI, Trisum dan berbagai proyek lainnya, masih mampu merilis album solo kelimanya yang bertajuk “Dawai in Paradise”. Album ini diharapkan mampu menyebarkan suara-suara indah layaknya paradise di muka bumi dengan beberapa judul lagu yang memikat seperti Gangga (2010), Masa Kecil (2011), Dawaiku (2009), Kromatik Lagi (1991), Backhome (2002), Malacca Bay (2005), Kunang-kunang (1999), Lalu Lintas (1988), Caka 1922 (1997), Rerad Rerod (2001), dan On
The Way Home (2005). Ia tak sekadar memetik gitar namun juga memainkan beberapa instrumen musik lainnya seperti sitar, ukulele, soprano, nylon, steel dan beberapa lagi.
Album 'Dawai in Paradise', seperti sebuah catatan perjalanan spiritual Dawai seorang Dewa Budjana. Karenanya, album ini tak hanya menyuguhkan karya-karya terbaru karyanya, namun juga merangkum beberapa lagu yang mewakili keempat album solonya sebelumnya, yaitu: Nusa Damai (1997), Gitarku (2000), Samsara (2003), dan Home (2005). Dewa Budjana melibatkan beberapa musisi kenamaan Indonesia dan dunia, seperti: Peter Erskine, Dave Carpenter, Howard Levy, Reggie Hamilton, Vinod Gangani, Indra Lesmana, Aminoto Kosin, Sophia Latjuba, Sandy Winarta, Ronald Fristianto (eks. Drumer GIGI), Shadu Rasjidi, Rishanda Singgih, Irsa Destiwi, Saat Syah, Bintang Indrianto, Ade Irawan, dan lain-lain. Tak seperti album-album solo Dewa Budjana sebelumnya yang berada dibawah naungan SONY Music Entertainment Indonesia, album 'Dawai in Paradise' merupakan projek pribadi Dewa Budjana. Ia menjadi Eksekutif Produser, Produser, Komposer, Arranger, Synth Programer / Voice, dan lain sebagainya. Dewa Budjana mendedikasikan album ini untuk keluarganya tercinta, Borra (Istri Dewa Budjana), Deva dan Dawai (kedua putra Dewa Budjana).


